Kenangan Masa Kecil


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatu...

Bertemu lagi bersama tulisanku, masih di blog dan hati yang sama. Apa kabar kamu? Semoga sehat dan bahagia selalu yaaa...

Artikel ini masih dalam rangka #BPN30DayChallenge2018 yang telah memasuki hari ke 25. Tema hari ini adalah Kenangan Masa Kecil. Melihat tema ini, saya teringat pernah menuliskan artikel tentang Kenangan Terindah Sebagai Anak-anak. Pada artikel itu, saya lebih banyak membahas tentang permainan seru anak tahun 90an akhir-2000an awal. Nah, disini saya akan menuliskan hal yang serupa namun tak sama persis. Anggap saja ini versi kedua dari artikel tersebut.

Tumbuh menjadi orang dewasa, selalu di iringi dengan kenangan atau ingatan masa kecil. Ada kebahagiaan masa kecil yang rasanya sulit dilakukan ketika kita beranjak dewasa. Bahkan tidak sedikit orang yang berpikir ingin kembali ke masa kanak-kanak dulu. Karena, katanya menjadi seorang anak kecil sangat membahagiakan. Tidak memiliki banyak beban hidup dan selalu ceria.

Ada banyak hal yang saya rindukan waktu kecil dulu.



Kebebasan yang didapatkan, bermain sana-sini. Ketika kecil jika kita bermain tanah atau pasir rasanya sah-sah saja. Bermain masak-masak dari tanah. Menggunakan tanah atau pasir untuk bermain-main hingga menggunakan tanah menjadi bola-bola. Meski biasanya berujung dimarahi oleh mama karena main kotor. Tapi, tetap saja keesokan harinya akan tetap melakukan hal yang sama.

Bayangkan jika sekarang saya masih bermain pasir atau tanah? Apa kata dunia hahaha... Tapi, tenang hingga saat ini biasanya saya tetap bermain tanah atau pasir ketika menunggu seperti ala-ala menggambar dan membuat jejak kaki.



Kenangan masa kecil selanjutnya yang saya ingat adalah memiliki banyak teman. Dari kecil saya sudah susah akrab sama orang. Tapi, ketika kecil jika bermain biasanya bila tidak mengenal anak itu rasanya tetap akan seru. Main ini main itu semuanya terasa menantang. Jika hari libur tiba atau sepulang sekolah biasanya semua anak-anak akan berkumpul dan mulai bermain. Terkadang ada juga anak yang mengajak untuk memainkan permainan baru. Hahaha masa bermain itulah yang terkadang saya ingat.

Ketika marahan sama teman pun kasusnya tidaklah berat, pasti hanya sekedar tidak diajak bermain, tidak dipinjami mainan, atau tidak sengaja bertabrakan. Baikannya pun sangat cepat. Beda jika orang dewasa yang marahan. Betul tidak?

Apalagi sewaktu kecil saya sering nonton tv di rumah tetangga dan nenekku. Saya juga sangat ingat betul hampir setiap pulang sekolah selalu singgah ke rumah teman untuk minta minum. Padahal untuk sampai ke rumah rasanya sudah tidak terlalu jauh haha.


Khawatirnya anak kecil bukanlah masalah perasaan, uang, pekerjaan dan lainnya. Yang dikhawatirkan seorang anak kecil biasanya hanyalah PR. Karena, saya merasakan hal yang sama sewaktu kecil. Oh iya, ada satu hal lagi yaitu pergi mengaji. Jadi, saya kan mulai mengaji di sebuah tempat pengajian sejak kelas 2 SD. Awal-awal saya selalu sangat bersemangat. Tapi, lama kelamaan rasa malas datang dan semakin menjadi. Biasanya karena keasikan main atau mengantuk. Dan biasanya jika saya tidak pergi mengaji. Maka, saya akan di hukum oleh bapak saya dengan mengangkat kaki satu sambil pegang kedua telinga saya. Kalau diingat kembali saya merasa lucu hahaha. Andai saja saya rajin, pasti tidak akan dihukum hehe.

Dalam artikel ini sebenarnya saya curhat tantang masa kecilku. Adakah kamu merasakan hal yang sama?

Demikianlah tulisanku ini, semoga kamu terhibur. Terima kasih telah membaca artikel ini hingga titik terakhir. Sampai jumpa pada postingan berikutnya.



EmoticonEmoticon