Surat Untukmu yang Selalu Mendoakanku


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatu...

Bertemu lagi bersama tulisanku, masih di blog dan hati yang sama. Apa kabar kamu? Semoga sehat dan bahagia selalu yaaa...

Setelah sempat terhenti beberapa saat, akhirnya saya akan kembali melanjutkan tulisan di blog ini. Masih dalam rangka #BPN30DayChallenge2018. Tema hari ke 16 adalah 10 List blog favorit untuk blogwalking. Berhubung sudah lama saya tidak blogwalking, jadi saya akan menulis sesuai dengan tema pengganti yaitu Surat untuk seseorang (siapapun). Oleh karena itu dalam kesempatan ini saya ingin mengucapkan terima kasih kepada mereka yang senantiasa mendoakanku dalam artikel yang berjudul Surat Untukmu yang Selalu Mendoakanku. Sepertinya surat ini akan seperti sebuah puisi hehe... Anggap saja ini surat yaaa...

Berikut ini untukmu...

Hai kamu... Kamu yang mengenaliku dengan baik. Kamu yang selalu ada di sisiku. Kamu yang selalu mendengar keluh kesahku. 
Hai kamu... Kamu yang selalu sabar menghadapiku. Kamu yang selalu tabah mengajariku tentang kehidupan. Kamu yang selalu kuat menghadapi rintangan kehidupan.

Aku yang selalu mengeluh. Aku yang mudah putus asa. Aku yang selalu membebani. Aku yang tak dapat memberi kebahagiaan. 
Aku yang pernah menyakitimu. Aku yang terkadang tak menghargai usahamu. Aku yang merasa bukan siapa-siapa. Aku yang merasa selalu buruk. 
Tapi, Kamu selalu sabar menghadapiku. Kamu selalu memberi nasihat terbaik untukku. Kamu tak pernah berhenti untuk mencintaiku. 
Kamu selalu berkorban untukku. Kamu selalu berusaha yang terbaik untuk memberi kebahagiaan. Kamu selalu ada disaat sakitku. Kamu yang selalu menjadikanku begitu berarti. 
Terima kasih... Terima kasih karena selalu mendukungku. Terima kasih karena selalu ada disisiku. Terima kasih karena selalu menyemangatiku. 
Terima kasih atas kasih sayang tulus yang engkau berikan. Terima kasih karena selalu mengkhawatirkanku. Terima kasih karena selalu menyembuhkan aku yang terpuruk. Terima kasih karena selalu berkorban untukku. 
Terima kasih karena selalu mendoakanku. Terima kasih karena selalu mengharapkan kebaikan untukku. Terima kasih karena selalu mencintaiku. Terima kasih karena selalu membahagiakanku. 
Bukannya aku tak mampu mengucapkan. Bukannya aku tak mampu mengatakan. Bukannya aku tak mampu mengutarakan. Bukannya aku tak mampu melafalkan. 
Tapi, Aku tak ingin air mata mengalir. Aku tak ingin merasakan sesak. Aku tak ingin tersedu-sedu. 
Aku menulis ini hanya untukmu. Untukmu yang selalu mendoakanku. Untukmu yang selalu siap meringankan bebanku. Untuk yang tak mengeluh meski aku membebani. 
Aku menulis ini hanya untukmu. Agar engkau tau perasaanku. Agar engkau tau betapa bersyukurnya aku karena keberadaanmu. Begitu berartinya kamu dalam hidupku. 
Untukmu yang selalu mendoakanku. Untukmu yang tak berhenti menyebut namaku dalam doamu. Untukmu yang selalu berdoa demi kebaikanku. Aku tuliskan terima kasih jauh dari lubuk hatiku. 
Meski terima kasih tak dapat membalas semuanya. Tapi, aku ingin kamu tau... Bahwa kamu begitu berarti untukku.

Silahkan bayangkan maksud dan isi dari surat ini.
Menurutmu, surat ini saya tujukan kepada siapa? Ayo tebak...

Demikianlah tulisanku ini, semoga kamu terhibur. Terima kasih telah membaca artikel ini hingga titik terakhir. Sampai jumpa pada postingan berikutnya.


EmoticonEmoticon