Alergi Udang Untuk Pertama Kalinya! | #EdisiCurhat


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatu

Hai kamu... Bertemu lagi bersama tulisan saya, masih di sini di blog dan hati yang sama. Apa kabar? Semoga kamu selalu dalam keadaan baik, bahagia dan sehat selalu.

Rasa-rasanya sudah lama saya tidak curhat di blog ini hahaha. Sebenarnya saya memang sudah berniat untuk berhenti curhat di blog pada 2016 lalu. Tapi, setelah dipikir-pikir blog ini bisa banyak postingannya juga karena curhatan hahaha. Oleh karena itu, postingan kali ini saya akan curhat huahahahaha.

Curhat apa? Yuk... baca dengan setia

Kemarin (21 Mei 2018), tepatnya di waktu subuh setelah sahur. Ada hal yang sangat menyakitkan dan belum pernah saya rasakan sebelumnya. Entah kenapa perutku rasanya sangat sakit, dada sesak, tangan bengkak, kepala dan leher gatal-gatal. Dan ternyata hal itu karena ALERGI UDANG. Padahal sebelumnya saya selalu baik-baik saja saat makan udang. Inilah alasan kenapa saya ingin menceritakan ini. Apakah bisa alergi baru muncul disaat sudah besar seperti ini? Saya bingung dengan hal itu, dan juga belum mencari tau tentang hal itu hahaha.

Berikut ini kronologi tragedi udang yang saya alami

Minggu pagi (20 Mei 2018) Mama akan pergi ke Pasar, nah jadilah saya dan adik perempuan saya meminta mama untuk membeli udang atau kepiting. Karena, jujur saja sudah sangat lama saya tidak memakan itu dan mama pun membeli udang.

Setelah berbuka puasa, saya pun bergegas untuk menggoreng udang itu. Langkah pertama yang saya ambil adalah mengupas udang. Saya dibantu mama agar cepat selesai. Kemudian barulah saya menggoreng udang dan disajikan bersama lauk lainnya saat makan malam. 

Pada saat itu, semuanya baik-baik saja. Nah, rasa sakitnya ini perut terasa sekitar jam 12 malam. Karena, memang saya belum tertidur pada waktu itu dan taraf sakitnya masih biasa. Saya beranggapan mungkin hanya sakit biasa atau sakit karena "halangan".

Ketika memasuki waktu sahur, mama membangunkan kami (lebih tepatnya mereka yang akan berpuasa, kecuali saya karena "" hahaha). Dan jreng jreng jreng pada waktu inilah tragedi alergi udang terjadi. Saya mulai terbangun dan tangan sudah bengkak juga gatal-gatal. Perut amat sangat terasa sakit. Sempat bolak balik toilet, tapi begitulah sakitnya tidak hilang. Ditambah sesak, bahkan saat mama bertanya kenapa saya hanya bisa bilang perutku sakit sekali dan memukul dada. Saya tidak mau mama khawatir kalau saya juga sesak. Tapi, nyatanya hal itu memang membuat mama sangat khawatir sampai menangis. Saya pun sempat m*ntah beberapa kali. Saya tidak tau bagaimana kondisi saya terlihat saat itu. Yang jelas saya terus membolak balikkan badan. Mulai dari lurus, menekuk kaki, tengkurap semuanya saking sakitnya ini perut.

Mama terus berkata "Sinimi kita pergi rumah sakit", "anakku kasian". Kira-kira seperti itulah dialog nya mama hehe. Dan pada saat saat itulah, saya sangat merasa bersalah teringat semua dosa yang saya lakukan terhadap mama contohnya saat saya disuruh ini tapi saya tidak mau atau tidak mendengar perintah mama. Pikiran saya pada waktu itu, kalau saya "lewat" entah berapa banyak siksaan yang harus saya tanggung nantinya. Dalam hati saya cuma bisa minta maaf atas semua dosa-dosa saya. Maklum saja dalam suasana bulan suci ramadan. Mungkin pikiran saya sudah sangat jauh. Tapi, ketakutan seperti itu selalu muncul saat saya sakit.

Mama terus memberikan minyak (lupa minyak apa hehe) pada perut, belakang dan tangan saya. Hingga akhirnya saya tertidur.

Alhamdulillah saat bangun di pagi hari sudah tidak ada rasa sakit lagi.

Karena kejadian itu, rasanya saya akan berhenti makan udang.

Sangat mengherankan, kenapa alergi itu baru datang? Tidak sedari saya kecil? Padahal udang sangat enak. Sungguh menyedihkan :'(

(Bahasa nya baku sekali yaaaa).

Demikianlah postingan ini, maaf kalau curhatan saya tidak penting hahaha. 


EmoticonEmoticon