Skip to main content

Posts

Showing posts from August, 2013

Maaf Mengganggu

Maaf mengganggu ? Apa ini ? Hahahaha :D
saya tidak tau mau kasih judul apa buat tulisanku ini. Bingung super bingung :|

yayaya tapi, intinya cuma mau bilang maaf :)

lanjut ke apa yang ingin saya tulis.

Pernah nggak sih kalian merasa bersalah karena telah menyukai seseorang ? Dan membuat orang itu tau ? Lalu sikapmu & sikapnya berubah ? Dan berpikir bahwa dia membencimu dengan perasaanmu itu ? Terus, menjadi pengganggu buat dia yang menyukai orang lain ? (kayak rumit) hahahaha :D :P

oke... Oke... Liatkan dari pertanyaan-pertanyaan yang muncul itu ? Seperti mengganggu dia kan ? Jadi judulnya maaf mengganggu :) kayak menelpon saja.

Kamu ingin bilang maaf ke dia. Karena telah menyukainya dan memberi tahu dia sehingga mengganggunya (kayak lebay) 8)

tapi, itu sulit untuk diungkapkan lewat kata-kata. Hanya melalui tulisan. Apa ? Apa ? Apa ini ? shock :D

buat dia (dia siapa ?) bingung :D
"anggap saja tidak mengetahui apa-apa. Tenang ini hanya sesaat. Tidak ada yang menginginkan rasa ini. Jadi…

Jujur

Jujur : satu kata yang sederhana. Tapi, penuh makna.

Terkadang terasa sulit berkata jujur untuk sesuatu. Banyak yang memilih bohong untuk kebaikan orang lain. Tapi, sebenarnya itu hanyalah pandangan yang salah. Karena, sebenarnya dia telah membuat keburukan untuk dirinya & orang lain.

Mengapa banyak orang yang sulit berkata jujur ? Apakah kejujuran itu begitu menyakitkan ? Memalukan ? Mengecewakan ?

Jujur tidak akan menyakitkan. Meskipun menyakitkan, rasa itu hanya sementara. Karena, dengan kejujuran itu rasa sakit itu akan sembuh secepatnya. Dibandingkan harus berbohong yang membuatmu tak bisa menerima. Disaat kejujuran itu atau yang sebenarnya diketahui.

Jujur tidak akan memalukan. Untuk apa malu akan sebuah kejujuran ? Seharusnya kamu lebih malu karena tidak berkata jujur. Itu sama saja meremehkan diri kamu sendiri. Kamu berbohong hanya karena malu akan apa yang sebenarnya terjadi terhadap sebuah kejujuran.

Jujur tidak akan mengecewakan. Mengapa kecewa akan kejujuran ? Justru karena…

Sembarang Saja

Sembarang saja ? Hahaha :D sebenarnya saya bingung mau tulis tentang apa. Inspirasi kurang akhir-akhir ini. Tidak terlalu gregetan. Hahahaha apa coba greget ? :)

hm... Apa bagus dibahas ya ? Sembarang saja :D

ada apakah dengan sembarang saja ? Tidak adakah kalimat pasti ? Seperti menginginkan sesuatu. Tapi, menahan keinginan itu ketika dihadapkan oleh pilihan. Jadi, sembarang saja :D

bingung ya ? Saya juga bingung. Jadi kita bahas sembarang ya ;)

ow iya rencananya saya mau bahas tentang teman saya sekaligus membuat puisi dari nama mereka. Tapi, nanti ya soalnya teman saya banyak ;)

lanjut ke materi sembarang

kalian pasti sering merasakan ketika sekolah atau ngampus pengennya libur. Tapi, pas libur pengen cepat kembali. Huhh... Manusia memang cepat bosan. Ckckckck

apa lagi ? Apa lagi ? Apa lagi ? Yang mau dibahas ?

Stop saja deh. Lagi tidak ada inspirasi.

Jadi, sembarang saja. Hehehe

Kecewa

Suasana hati yang sulit digambarkan. Betulan, kecewa sekali. Mungkin keberuntungan belum berpihak kepada saya. Atau mungkin harapanku yang berlebihan. Padahal, yang saya lakukan tidaklah sesuai dengan harapan itu. Sehingga, saat mengetahui hasil yang tak diinginkan. Rasanya sangat kecewa. Seperti kecewa yang ditindis kecewa kemudian diterpa lagi kecewa dan dihantam kecewa lagi. Intinya kecewa berpangkat banyak jadinya.

Akhirnya, jalan menuju impian semakin jauh dan mustahil terlihat.

Semangati diri sendiri saja :)
Menangisi kebodohan diri sendiri adalah lebih bodoh dari kebodohan yang ditangisi. Mau menangis juga tidak akan merubah apapun.

Cuma bisa berharap kedepannya akan lebih baik, sesuai harapan.

Semangat, belajar lebih giat, pantang menyerah :)