Sepihak

May 06, 2013

Sering kali apa yang kita hayalkan berbeda dengan kenyataan. Kamu bisa memiliki perasaan lebih terhadap seseorang yang tak kamu inginkan. Bukannya, ingin dia segera tau tapi kamu memberinya sinyal-sinyal terhadap apa yang terjadi di dalam hatimu. Namun, ternyata pengharapanmu itu sia-sia mengetahui ia tak memikirkan apa yang ada dipikiranmu.
Itu membuatmu sesak karena rasamu yang sudah terlalu dalam.
Kamu mengejar dia dengan segala upaya. Yang membuat dia benci terhadap sikapmu itu. Membuat dia kasar terhadapmu. Dan kamu merasa sakit dan mulai menyerah untuk mendapatkan cinta yang kau inginkan. Disaat menyerahlah, dia akan mulai merasa kehilangan kamu. Karena, serasa ada yang hilang dalam harinya saat tak kau ganggu dia lagi. Mungkin itulah mengapa bisa dikatakan benci dan cinta itu sangat tipis.

Tapi, ada satu hal yang selalu timbul pertanyaan. Apakah ketika kamu menyukai seseorang orang itu mengetahuinya ? Mengapa orang yang kamu sukai tidak bisa merasakan hal yang sama terhadap apa yang kamu rasakan ? Mengapa kamu harus menyukai dia yang tak menyukaimu ? Apa alasanmu menyukai dia yang tak suka padamu ? Dan yang terakhir ialah apakah kamu tau apa yang dirasakan oleh dia yang sebenarnya bukan hanya dari pemikiranmu sesaat saja ?

Memang penuh dengan pertanyaan. Dan itulah saat mengukur ketegaran hatimu dalam menerima kenyataan yang ada.

You Might Also Like

0 komentar

Like pi