Siapa Harus Mengerti ?

June 03, 2013

Tadi pagi saat saya berangkat ke kampus. Seperti biasa saya naik pete-pete (angkot). Adapula beberapa orang yang berada di angkot tersebut. Seorang penumpang turun dari angkot tersebut. Tapi, orang itu hanya membayar Rp. 2.000 seharusnya tarif untuk umum yaitu Rp. 2.500. Sepertinya sopir itu sedang dalam keadaan bad mood. Disepanjang perjalanan dia terus saja mengomel.
Yang bisa saya tangkap dari hal tersebut ialah tentang susahnya kehidupan. Katanya mereka harus menyetor kepada si pemilik angkot sesuai yang ditetapkan pemilik angkot. Sedangkan yang mereka dapat perhari itu sangat tidak cukup. Mereka harus memikirkan uang untuk makan, biaya sekolah anak mereka dan segalanya mengenai biaya hidup yang harus mereka pikul.

Jujur, saya kurang mengerti dengan jalan pikiran orang tersebut.

Disini saya hanya akan menulis apa yang saya pikirkan tentang susahnya hidup. Tidak ada hidup bahagia yang diraih tanpa perjuangan dan keikhlasan dalam mencapai hal yang membuatmu bahagia. Sabar untuk segala cobaan itu. Mungkin itu terasa pedih di hati. Saat anak-anakmu harus menahan lapar. Dan kamu memikirkan cara untuk bertahan hidup. Memang tidak semua orang ditakdirkan untuk hidup yang bercukupan. Tapi, apa salahnya hidup dalam kekurangan ? Itu adalah sebuah tantangan yang harus dijalani. Selama kita terus berdoa dan berusaha. Ingatlah bukan cuma kamu yang bernasib begitu. Masih banyak yang kurang beruntung. Tapi, apapun itu tetaplah berpikir positif. Kita hidup untuk menuju hidup yang sebenarnya.

Tidak akan ada orang miskin jika orang kaya tidak ada. Karena, sudah seharusnya saling tolong menolong dalam kebaikan kita jalankan di hidup ini.

Itulah makna kehidupan yang sesungguhnya. Saling melengkapi satu sama lain.

You Might Also Like

0 komentar

Like pi