Segitiga Beraturan

June 01, 2013

Mungkin cerita yang akan saya jelaskan tidak sesuai dengan judulnya yaitu segitiga beraturan. Mungkin ini lebih terhadap cinta segitiga yang sebenarnya aneh menurutku. Tapi, biarlah saya akan bahas.


Ini permisalan saja ya. Antara aku, kamu dan dia.

Aku menjalin HTS dengan kamu yang masih mengikat janji terhadap dia. Kamu lebih dekat dengannya yang telah menjadi mantan kamu. Memang sulit menjelaskan tentang perasaanku saat kalian bersama. Itu seperti memberi sebuah harapan yang tak pasti. Aku tak berhak marah terhadap apapun yang kamu lakukan. Karena aku bukan siapa-siapa.

Aku marah ketika kamu tak menjelaskan tentang rasa yang sesungguhnya. Hingga suatu ketika aku marah dan ingin meninggalkanmu yang begitu menyakitkan aku. Namun, kamu memberikan sebuah harapan dan berikan sebuah alasan tentang sebuah cerita antara kamu dan dia.

Disaat kamu dan dia menjalin sebuah hubungan. Namun cintamu tak direstui oleh orang tuanya. Karena belum saatnya dia pacaran. Hingga kalian berdua memutuskan untuk berpisah. Namun, dengan syarat akan kembali bersama ketika kuliah.
Tapi, apalah daya kamu saat janjimu dengan dia tak bisa ditepati. Karena kamu membagi hati dengan aku. Aku tak tau ini salah siapa. Namun sepertinya dia tak menginginkan kedekatan kita. Dia memberi 3 syarat untuk tersebut. Syarat pertama "berikan coklat yang bertuliskan nama kamu" dan kamu telah memenuhinya. Syarat kedua "antar jemput dia selama sebulan" saat-saat tersebutlah yang membuat aku marah. Namun, aku bisa terima hal tersebut. Dan ketiga "dia menyuruh kamu untuk mengatakan bahwa kamu membenci aku" tapi, kamu tak bisa memenuhi syarat itu. Jujur, aku senang mendengar itu. Tapi, aku masih tak menentu. Karena, kamu tak bisa memenuhi syarat untuk membatalkan janji itu.

Tapi, ternyata semua memang ada jalannya. Disaat aku menyerah terhadap kisah ini. Dia datang menemuiku dan ada kamu juga. Kita menyelesaikan apa yang sebenarnya terjadi. Dia mengaku salah dengan apa yang sebenarnya terjadi. Dan mengatakan bahwa perjanjian tersebut batal.

Lega rasanya dengan apa yang telah terjadi. Namun, aku tau sebenarnya perih rasanya bagi dia yang masih menyayangi dia. Tapi, apa yang harus aku lakukan. Saat hati dan pikiran tentang kamu telah merasuk jiwa.


.........
Demikianlah kisah untuk tulisanku saat ini.

You Might Also Like

0 komentar

Like pi